Apa yang kita alami hari ini adalah efek dari pikiran kita kemarin dan apa yang kita pikirkan hari ini akan menimbulkan efek pada hari esok sedangkan apa yang kita pikirkan saat ini adalah proses untuk mencoba menciptakan kehidupan dimasa yang akan datang

© BY : <-ANCHUZ->

Efek Apabila Anak Dilarang Bergaul


Kita adalah seorang anak dari kedua orang tua kita. Orang tua yang selalu ingin membuat anaknya baik dan ingin mempunyai anak yang sholeh, terkadang selalu mengekang kita untuk selalu berada di rumah. Karena anak muda pada zaman sekarang ini kondisinya mungkin lebih buruk dari pada tahun-tahun yang sebelumnya. Orang tua yang peduli dengan anaknya tentunya orang tua membatasi anaknya untuk bergaul.

Bagi seorang anak berteman atau pergaulan merupakan bagian dari proses sosialisasi dan pengalaman berharga bagi kehidupannya di masa depan. Di dunianya yang yang mulai terbuka ini, ia bisa merasa lebih berarti dan mempunyai kehidupan yang menyenangkan. Tidak heran bila seringkali anak-anak lebih senang menghabiskan waktunya bermain bersama teman-temannya daripada berada di rumah.

Maka, aktivitas ibu atau pengasuh biasanya diiringi dengan mencari anak-anak yang tidak juga pulang walau hari telah menjelang sore. Atau memanggil-manggil pulang si anak yang sedang bermain di luar rumah, dan anakpun biasanya pura-pura tidak mendengar. Memang sebagaimana kebutuhan dasar lainnya, sosialisasi adalah suatu proses dan aktivitas yang mau tidak mau harus dijalani oleh setiap anak manusia.

Wajarlah bila manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, lantaran sejak lahir hingga ajalnya menjemput, manusia sangat membutuhkan lain dalam kehidupannya. Maka, sungguh hal yang tidak masuk akal, bila orangtua terlalu melarang anak untuk bergaul. Entah karena ketakutan pada akibat buruk pergaulan atau karena sebab lainnya.

Tetapi yang pasti, banyak akibat buruk bagi perkembangan anak lantaran sikap orangtua yang selalu melarang anaknya bergaul, diantaranya:
• Anak menjadi selalu takut pada orang asing
• Selalu diliputi ketakutan saat keluar rumah, karena merasa lingkungannya tidak aman. Itu kan yang sering dikatakan orangtuanya, tentang penculik yang selalu menculik anak yang keluar rumah, atau orang gila yang akan mengejar anak-anak yang keluar rumah.
• Perkembangan motoriknya bisa tidak seimbang, karena kurangnya gerakan yang ia lakukannya, yang sebenarnya dapat dipenuhi melalui beragam permainan yang dilakukannya bersama teman-temannya.
• Kemampuannya untuk berbagi jadi terbatas, sehingga ia jadi lebih senang main sendirian.
• Selalu kesulitan saat berkomunikasi dengan orang lain.
• Sulit bekerja dalam tim. Kerja tim butuh kerjasama. Bila anak tidak terbiasa bermain bersama teman-temannya, maka kemampuannya untuk bekerja dalam tim juga sangat terbatas, apalagi untuk menjadi pemimpin.
• Akibat jarang dan sulit berinteraksi, rasa empati anak menjadi tidak terasah. Ia tumbuh menjadi pribadi yang kurang memahami sudut pandang orang lain. Bisa jadi orang akan melihatnya sebagai pribadi yang tidak menyenangkan.
• Selalu ragu untuk mengemukakan pendapatnya. Ia khawatir terhadap reaksi yang akan diberikan orang terhadap apa yang dikemukakannya. Rasa percaya dirinya semakin terkikis.
Agar anak tidak tumbuh menjadi orang yang tidak percaya diri dan kurang pergaulan, maka cukup bijak bila orangtua memulai langkah pergaulan anak. Berikan kebebasan pada anak untuk berkembang bersama teman-temannya. Namun, ingat. Yang dimaksud disini adalah kebebasan dengan pendampingan dan kontrol dari orangtua. Bukan sebuah sikap permisif yang memberi seluas-luasnya kebebasan, karena sikap ini justru akan menimbulkan berbagai masalah baru



0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © vehement VEHEMENT by Aan Choesni Herlingga 2009

Back to TOP