Apa yang kita alami hari ini adalah efek dari pikiran kita kemarin dan apa yang kita pikirkan hari ini akan menimbulkan efek pada hari esok sedangkan apa yang kita pikirkan saat ini adalah proses untuk mencoba menciptakan kehidupan dimasa yang akan datang

© BY : <-ANCHUZ->

Para Pencuri Impian


Mungkin kita semua pasti mempunyai impian yang kita inginkan. Impian ini akan sering kita ingat dan senantiasa kita untuk melakuan hal yang bias menjadikan impian kita ini menjadi nyata. Impian yang kita dambakan ini lama-lama pasti akan terrealisasi atau terwujudkan.
Ya, kita sudah diskusikan sebelumnya soal impian. Sesuatu yang membuat Anda tergerak atau dalam bahasa keren disebut termotivasi untuk mencapai dan mendapatkan hal-hal yang Anda impikan. Karena itu silakan simak diskusi terdahulu tentang ”Menemukan Impian”.
Oh ya, seringkali belakangan ini kata mimpi atau ngimpi diartikan sebagai sebuah hal yang tidak masuk akal. Karena itu Anda perlu mencari diskusi kami yang saya beri judul ”Masuk Akal”. Sehingga Anda bisa tahu apa yang dimaksud ’masuk akal’ dan apakah definisi tentang ’masuk akal’ seperti yang selama ini Anda tahu adalah hal yang benar. Silakan saja simak ”Masuk Akal”.

Jadi Anda sudah menetapkan kembali impian-impian Anda. Karena ternyata sebagian impian Anda di waktu kecil sudah mulai terwujud. Bahkan beberapa keinginan Anda di kala lebih dewasa(yang ternyata juga bagian atau lanjutan dari impian masa kecil Anda) juga mulai terwujud.

Sekedar contoh walaupun Anda tidak perlu memiliki impian yang sama dengan milik saya, adalah keinginan saya untuk menulis banyak buku. Kemudian buku-buku tersebut dibeli oleh banyak orang. Lalu setiap orang yang membeli terus buku-buku karya saya akan menyimpannya berurutan di rak buku mereka. Saya memang tidak tahu apa yang terjadi dengan buku-buku saya, mulai dari Kacamata Kuda, Instrumen Orang Sukses dan Telur Columbus. Tetapi sejauh yang dilaporkan oleh penerbitnya, buku-buku tersebut masing-masing terjual dalam jumlah yang cukup banyak. Impian saya terwujud?

Nah, Anda punya impian. Sebagian muncul di waktu Anda kecil, sebagian bertambah ketika Anda semakin dewasa. Setelah Anda ikuti diskusi tentang ”Menemukan Impian” sekarang Anda sedang berusaha langkah demi langkah menuju pencapaian impian-impian Anda tersebut.

Tapi di langkah tertentu ada sejumlah kejadian yang membuat Anda berbelok ke arah yang berbeda sehingga Anda semakin menjauhi impian-impian Anda itu. Sekarang mari kita sepakati bahwa tidak ada kejadian apapun di dunia ini yang mungkin muncul tanpa ada subjek. Tanpa ada orang yang berinisiatif agar kejadian tersebut terjadi. Anda bisa menyepakati hal tersebut? Baik, mari kita lanjutkan.

Tapi, apakah benar mereka berniat mencuri impian saya? Nah, itu pertanyaan yang sangat saya tunggu-tunggu dari tadi.

Saya tidak bermaksud menyatakan mereka dengan sengaja dan bersungguh-sungguh mengalihkan Anda dari langkah-langkah pencapaian impian Anda. Tapi mari kita lihat satu persatu kejadian yang membuat impian Anda ”tercuri”.

Anda adalah orang yang ingin mengembangkan bisnis sendiri. Semua langkah-langkah awal sudah Anda lakukan. Semua tenaga, uang dan waktu sudah mulai Anda investasikan. Bahkan keberhasilan-keberhasilan kecil yang mengarah ke pencapaian impian Anda, sudah mulai Anda dapatkan. Tiba-tiba seseorang yang melihat Anda kelelahan memberi Anda pekerjaan dengan jabatan yang tinggi dan penghasilan besar.

Bahkan lebih besar dari penghasilan yang Anda dapatkan dari usaha yang sedang Anda bangun. Apakah Anda akan menolak tawaran tersebut? Ya, tentu saja! Berusaha kan karena ingin mendapatkan penghasilan. Tapi coba Anda ingat-ingat dulu.

Kalkulasikan lagi. Setiap pekerjaan sebagus apapun, seberapapun seringnya Anda dipromosikan dalam jabatan, maka kenaikan penghasilan Anda dalam deret hitung. Penghasilan Anda 5 tahun atau 10 tahun ke depan tidak akan menjadi lebih dari 100% dibanding penghasilan Anda sekarang. Benar?

Apa yang akan terjadi bila usaha Anda berkembang? Kemudian Anda membuka banyak outlet untuk usaha tersebut. Outlet yang bahkan hingga ke negara lain? Sangat banyak, dan penghasilan Anda akan tumbuh eksponensial.

Kabar buruknya adalah bahwa seringkali kesempatan yang baik dapat menghapuskan kesempatan terbaik yang bisa Anda raih. Jadi? Bersediakah Anda tetap menjaga impian Anda?

Atau karena Anda jatuh sakit karena kelelahan akibat dari semua kerja keras Anda mewujudkan impian. Lalu Ibu Anda sendiri mengatakan untuk apa Anda kerja keras hingga sakit. Bukankah lebih baik bila Anda lebih sering beristirahat. Padahal Anda tahu sekali, ketika Anda beristirahat maka usaha Anda untuk menciptakan asset akan terhambat. Benarkah begitu?

Oh ya, kita sudah bicara asset. Benar bahwa kekayaan tidak berarti membawa kebahagiaan (beberapa teman saya protes tentang ini, tapi mari lanjutkan). Sayang sekali, kebahagiaan justru lahir dari kesenangan orang lain. Ketika anak Anda bisa tersenyum karena Anda membiayai hidupnya tetapi bisa mendampinginya terus. Atau ketika orang-orang yang tertimpa bencana dapat tersenyum karena uang Anda meringankan penderitaan mereka. Jadi mari kita tidak mendebatkan lagi kekayaan melawan kebahagiaan.

Nah, kita bicara asset. Anda sudah ”menelan” banyak karya Kiyosaki sehingga kita tidak lagi mendebatkan asset. Tetapi ketika Anda bekerja keras dan menghasilkan pendapatan yang hanya mampu menutup kebutuhan hidup Anda dan keluarga, maka Anda sudah membuang waktu Anda. Masih ingat diskusi kita tentang ”Rumusnya ya Hanya Itu”?

Maka Anda harus menabung. Dari tabungan Anda kemudian dapat dibeli asset lain yang dapat terus menghasilkan uang bahkan pada saat-saat Anda tidak bekerja untuk beberapa waktu lamanya. Tetapi, kabar buruknya adalah Anda harus kerja sedikit lebih keras dari sekarang. Baru Anda dapat mencapai satu persatu impian Anda. Kebebebasan waktu dengan memiliki uang yang banyak.

Tetapi apakah para pencuri impian Anda ini orang-orang yang buruk? Tidak juga. Mereka adalah orang-orang yang sayang kepada Anda. Orang-orang yang peduli pada Anda. Tidak sedikitpun niat mereka untuk mencuri impian Anda. Mereka hanya kasihan dengan Anda.

Sayangnya cara mereka menunjukkan kepedulian mereka kepada Anda, dengan cara yang membuat Anda dapat mengabaikan impian Anda. Sungguh tragis. Di saat orang-orang besar mengabaikan yang baik demi mendapatkan yang terbaik, Anda mengabaikan impian Anda demi sesuatu yang tidak lebih baik.

Lalu apakah kita harus keras kepada ”pencuri” impian kita?

Tidak! Mereka melakukan karena mereka sayang kepada Anda. Bukan karena mereka ingin mendapatkan apa yang Anda miliki: impian. Karena mereka tidak tahu impian Anda. Karena mereka bahkan mungkin tidak menginginkan apapun yang Anda impikan. Karena mereka memandang keberhasilan perjuangan berbeda dengan cara pandang Anda. Karena itu pula mereka tidak berniat jahat walaupun mereka sudah ”mencuri”.

Anda hanya perlu bicara baik-baik bahwa ada sesuatu yang Anda inginkan. Dan berjanji saja untuk menjaga kesehatan serta menjaga pengelolaan keuangan hingga tercapai yang Anda inginkan. Dan jaga terus impian Anda!

Ada lagi yang dapat mencuri impian Anda. Coba pandangi cermin. Ya itu dia orangnya yang dapat mencuri impian Anda. Anda sendiri!

Seringkali, langkah menuju impian terlalu terjal dan berbatu. Sangat berat dan sangat keras untuk ditempuh. Anda menjalaninya dengan tersaruk-saruk. Sehingga rasanya penderitaan yang harus Anda alami jauh lebih sakit dari impian yang nanti Anda dapatkan. Mengapa bisa demikian?

Karena penderitaan itu nyata. Ada. Hari ini. Sementara impian Anda hanyalah sesuatu yang ada di pikiran Anda. Oh ya, maaf. Survey yang saya tahu adalah bahwa sekitar 27% orang yang paling menderita (selain Meggy Z tentu) adalah orang yang tidak mempunyai cita-cita atau impian. Sekitar 60% orang yang hidup dengan taraf yang lebih baik adalah orang yang memiliki impian tetapi masih samar-samar. Antara butuh dan tidak. Saya ingin menikah. Tapi tidak jelas dengan siapa. Saya ingin punya rumah sendiri. Tapi tidak jelas akan punya kamar berapa. Berapa luas rumahnya. Berapa luas halamannya. Samar-samar.

Sementara sekitar 10% orang di dunia dan masuk kelompok orang dengan taraf hidup yang baik, memiliki impian yang jelas tetapi tidak pernah dituliskan atau disimpan gambarnya. Dia bisa cerita panjang lebar tentang impiannya, tetapi hanya lisan. Dan 3% pemimpin dunia dengan taraf hidup terbaik, memiliki impian, dituliskan dengan jelas bahkan mereka menyimpan gambar impian mereka.

Nah, pencuri impian yang paling bahaya adalah diri Anda sendiri! Karena Anda tidak menuliskan impian Anda, maka penderitaan hari ini akan terasa jauh lebih menyakitkan daripada nikmatnya saat Anda berhasil mendapatkan hal-hal yang diimpikan. Benar?

Ya, ketika Anda lemah pada diri sendiri, maka dunia akan keras kepada Anda. Tetapi bila Anda keras pada diri sendiri, maka dunia akan sangat lembut kepada Anda!!!

Ada juga orang-orang yang dengan tega mentertawakan impian Anda. Haduh, nggak mungkin lah kamu dapat itu. Jangan seperti pungguk merindukan bulan. Tapi kabar baik buat Anda, karena yang menyatakan itu adalah orang yang hebat. Karena ketika orang-orang Amerika Serikat berjuang untuk dapat cara hidup di bulan, orang-orang yang menertawakan Anda sudah biasa berjuang hidup dari bulan ke bulan. Hahahaha...

Ketika Anda percaya pada mereka, bukan percaya pada impian Anda, maka Anda akan dengan segera masuk ke kelompok orang-orang yang berjuang hidup dari bulan ke bulan. Saya tidak dapat melarang Anda untuk tidak masuk ke dalam klub tersebut. Itu pilihan Anda. Tetapi bila Anda percaya pada impian Anda, dan ingin berbagi impian, silakan hubungi saya di blogspot saya atau di email saya. Karena impian Anda sangat berharga.

Anda adalah orang yang berharga. Tidak percaya? Coba Anda yang lelaki dan belum punya anak, sekali-sekali pergi ke ruang tunggu rumah bersalin. Anda akan dengar beberapa kisah perjuangan hidup-mati seorang Ibu ketika melahirkan anak mereka. Begitu pulalah yang dilakukan oleh Ibu Anda. Beliau berjuang hidup-mati saat melahirkan Anda. Karena itu, saya sangat yakin Anda adalah seseorang yang sangat berharga. Percayai impian Anda, karena sebagai orang yang sangat berharga, maka impian Anda juga adalah sesuatu yang sangat berharga!!!



0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © vehement VEHEMENT by Aan Choesni Herlingga 2009

Back to TOP