Apa yang kita alami hari ini adalah efek dari pikiran kita kemarin dan apa yang kita pikirkan hari ini akan menimbulkan efek pada hari esok sedangkan apa yang kita pikirkan saat ini adalah proses untuk mencoba menciptakan kehidupan dimasa yang akan datang

© BY : <-ANCHUZ->

MENGENALI SIFAT-SIFAT ALAM BAGIAN 2

Ini artikel ini merupakan kelanjutan dari ”Mengenali Sifat-sifat Alam bagian 1” kemaren kita sudah mengetahui sifat-sifat 5 alam yang ada disekitar kita. Ada lagi yang dapat kita ketahui selain 5 alam kemarin.
Semakin dalam kita meresapi alam semesta, akan kita dapatkan bahwa manusia sangat kecil dan tak berarti sedikitpun dibanding sang Pencipta. Dengan membaca alam akan kita lihat tanda-tanda kebesaran-Nya dan manusia tidak sedikitpun pantas bersombong diri.

________________________________________

6. GELAS YANG TIDAK SERAKAH
Memang sudah menjadi sifat dasar manusia yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang di miliki. Sudah punya satu, ingin dua, ingin tiga, dan seterusnya. Kadang semua itu membuat kita lupa bahwa dunia ini tidak abadi dan di dalam harta yang kita miliki ada hak orang lain.
Apapun bentuknya, berlebihan itu tidak akan membawa kebaikan. Terlalu banyak makan akan membuat perut sakit, terlalu banyak harta akan membuat hidup tidak tenang, kemana harta ini harus di simpan agar tidak dirampok.
Seperti sebuah gelas kosong yang dituangkan air, mula-mula terisi seperempat, setengah, lalu duapertiga dan akhirnya penuh. Bila kita terus menuangkan air, maka gelas itu tidak akan berubah menjadi lebih besar agar dapat menampung semua air. Gelas itu tidak akan memaksa dirinya, karena ia sudah merasa cukup, yang dibutuhkan hanya seukuran dengan besarnya. Kelebihan itu akan ia bagikan pada yang lainnya, karena ia tidak serakah.
Alangkah indahnya hidup ini jika manusia tidak serakah. Mereka hanya mengambil apa yang dibutuhkan dan memberikan kelebihannya pada yang lain. Seperti sebuah gelas yang tidak serakah.
________________________________________
7. KARET YANG LENTUR
Seorang anak kecil memaikan sebuah karet, ia menariknya kesana-kemari dengan senangnya. Ditarik lagi karet itu dengan sekuat tenaga dan akhirnya putus. Anak itu terkejut karena karet melukai tangannya.
Manusia yang tidak mempunyai pendirian, ibarat sebuah karet yang lentur. Di ajak kesana mau, kesini juga mau. Ia tidak punya keyakinan dalam dirinya, yang membuatnya mudah dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Seperti sebuah karet yang terlalu kuat ditarik, lama kelamaan akan terputus. Begitu pula dengan manusia yang tidak punya pendirian, suatu saat ia akan terluka.
________________________________________
8. KATAK YANG PENYABAR
Proses, semua yang ada di dunia ini terlebih dahulu mengalami sebuah proses sebelum menjadi seperti apa yang kita lihat dan rasakan sekarang. Bahkan Tuhan menciptakan alam semesta ini dalam 7 hari (walau sebenarnya dalam sekejap saja bisa). Tidak ada yang instant, semakin lama suatu proses berlangsung, semakin sempurna pula hasilnya.
Namun, banyak manusia yang tidak sabar dengan sebuah proses. Jalan pintas banyak ditempuh untuk mencapai suatu tujuan dengan menghalalkan segala cara . Akibatnya, bukan kebaikan yang di dapat, tapi sebuah kehancuran. Karena hasil yang dicapai melalui jalan pintas hanya menimbulkan kebahagioaan sementara yang semu.
Seperti seekor katak yang mengalami sebuah proses sebelum menjadi katak dewasa. Pertama-tama telur, kemudian berudu yang hanya bisa hidup di air. Kemudian menjadi katak kecil dan akhirnya dewasa dan dapat hidup di darat dan air.
Coba bayangkan apa jadinya jika katak-katak itu tidak sabar dan tidak mau menjalani proses yang sudah digariskan. Yang terjadi adalah katak aneh, dan mungkin katak itu akan hidup dalam penderitaan dan akhirnya mati lebih cepat.
Jadilah seperti katak yang penyabar, menjalani semua proses yang ada untuk mencapai tujuan, kalau mau mendapatkan kebahagiaan yang nyata.
________________________________________
9. BULAN YANG PEMBOHONG
Pada jaman dahulu, sebelum manusia berhasil pergi ke bulan, kita tidak tahu bagaimana keadaan permukaan satelit bumu itu. Dari jauh bulan tampak terlihat sangat indah, dengan pancaran cahayanya yang sejuk menambah indah malam. Bahkan keindahan itu sering digunakan oleh sepasang muda-mudi yang sedang kasmaran untuk saling merayu.
Setelah astronot kembali ke bumi dan menceritakan keadaan permukaan bulan yang sebenarnya, barulah kita sadar bahwa apa yang terlihat indah selama ini, tidaklah seindah aslinya. Permukaan bulan itu gersang, kering, berlubang-lubang, penuh batu dan kerikil. Sangat berbeda dengan apa yang kita lihat dari bumi. Segala sesuatu yang terlihat indah, menawan, dan bagus dari jauh, belum tentu sama bila dilihat dari dekat.
Begitu pula dengan manusia, kita tidak boleh menilai seseorang dari luarnya saja, dalam istilah kerennya “don’t judge the book from the cover.” Bila ia rapi, bersih, dan berdasi, maka orang itu bersifat baik. Sedangkan bila ia dekil, kumal, compang-camping, ia penjahat.
Namun, pada kenyataannya banyak manusia berdasi yang jahat. Bahkan lebih jahat dari binatang. Para koruptur, contohnya. Dengan dasi dan jasnya ia menipu dan mencuri uang rakyat untuk kepentingan pribadi. Janganlah kita memandang orang lain sperti kita memandang bulan. Bisa-bisa kita tertipu, karena apa yang terlihat belum tentu kenyataan yang sebenarnya.
________________________________________
10. AWAN YANG BERSATU
Segumpal awan putih mengapung di langit biru. Bergerak sedikit demi sedikit menuju awan-awan yang lain, berkumpul dan menjadi besar, kemudian turunlah hujan. Air hujan itu memberi kehidupan di muka bumi, sawah-sawah menjadi subur, sungai-sungai terisi, manusia dan hewan dapat makan dan minum.
Coba bayangkan bila segenap manusia bertingkah seperti awan yang bersatu. Walaupun awalnya kecil, namun ia tidak menyerah, tapi menjalin kekuatan bersama yang lainnya untuk membantu sesame. Sekecil apapun kita, bila bersatu maka dapat menghasilkan sebuah kekuatan yang luar biasa yang dapat berguna bagi sesama.
Jadilah seperti awan, janganlah menyerah dengan keadaan yang kita miliki. Walaupun kecil, bila yang kecil-kecil itu beratu, maka dapat mengalahkan yang besar.



2 komentar:

Rizky2009 Jumat, Oktober 09, 2009  

pertamax... baru online dapat pengetahuan baru, mantab kawan, artikelnya bagus bgt, sip dech..

d tunggu kunjungan dan coment baliknya kalau sempat

Rihar Diana(dhana) Jumat, Oktober 09, 2009  

ehm....postingnya keren banget,,jadi tahu serba serinya alam he..he...thnxs ya...good luck...

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © vehement VEHEMENT by Aan Choesni Herlingga 2009

Back to TOP