Apa yang kita alami hari ini adalah efek dari pikiran kita kemarin dan apa yang kita pikirkan hari ini akan menimbulkan efek pada hari esok sedangkan apa yang kita pikirkan saat ini adalah proses untuk mencoba menciptakan kehidupan dimasa yang akan datang

© BY : <-ANCHUZ->

Menemukan Ketenangan Jiwa

Hari-hari kita terasa melelahkan akan rutinitas yang kita lakukan sehari-hari. Begitu melelahkan dan membosankan. Mungkin kurang menantang, tetapi kalau ternyata ada tantangan kita pasti merasa lebih lelah. Lelah akan berarti menganggu jiwa kita yang sebelumnya tenang. Maka kita harus memiliki jiwa yang tenang agar kita terlihat tenang apabila menghadapi masalah yang kita hadapi. Dengan jiwa yang tenang, masalah kita akan teratasi dengan lebih baik. Bagaimanakah cara untuk mempunyai jiwa yang tenang???

Coba anda lempar sebutir kerikil ke dalam telaga yang tenang. Berpusat dan tempat jatuhnya kerikil itu akan tercipta sebuah riak gelombang yang mengalun ke penjuru telaga. Kini, bisakah anda menghentikan laju riak gelombang itu? Mungkin anda mencoba dengan memasukkan telapak tangan anda kedalam air atau menghadangnya dengan ke dua belah kaki anda. Namun yang terjadi adalah semakin banyak anda melakukan sesuatu pada permukaan telaga, semakin banyak riak gelombang baru bermunculan. Satu-satunya cara menghentikan laju riak gelombang itu hanyalah dengan membiarkannya berhenti sendiri.

Demikian pula dengan ketenangan dan pikiran kita. Semakin keras anda melakukan sesuatu pada pikiran anda, semakin sulit anda mencapai ketenangan itu. Amati saja. Janan tolak atau menghentika riak pikiran anda. Biarkan pikiran anda berangsur-angsur tenang. Ketenangan diri dimulai dari ketenangan pikiran bermula dari ketenangan bernafas. Dlam nafas yang tenang akan ditemukan jiwa yang tenang.

Kita Hidup dalam ketenangan, dari waktu ke waktu serta dari hari ke hari, dengan kata lain, kita adalah pahlawan dari cerita kita sendiri

Semoga kita mendapatkan Ketenangan jiwa yang tenang dan tenang.

1 komentar:

drj7 Jumat, November 12, 2010  

B'tul, b'tul, b'tul...!. Ketenangan Jiwa tidak bisa dicari atau diharapkan dari sesuatu yang kita perbuat karena selama kita mencari atau mengharapkan sesuatu tersebut maka selama itu pula jiwa kita tidak akan bisa tenang.

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © vehement VEHEMENT by Aan Choesni Herlingga 2009

Back to TOP