Apa yang kita alami hari ini adalah efek dari pikiran kita kemarin dan apa yang kita pikirkan hari ini akan menimbulkan efek pada hari esok sedangkan apa yang kita pikirkan saat ini adalah proses untuk mencoba menciptakan kehidupan dimasa yang akan datang

© BY : <-ANCHUZ->

Tujuan Hidup Kita (Bagian 4)

Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan oleh Allah untuk menghirup segarnya udara untuk menjalankan perintahnya. Adalah kebiasaan Rasulullah SAW saat bangun pagi untuk bertasbih dan bertahmid, mensykuri nikmat kehidupan baru di pagi hari setelah menjalani kematian sementara saat kita tidur.

"Kami tasbihkan keagungan kekuasaan-Mu ya Allah pagi. Segala puji bagi-Mu ya Allah, Tiada sekutu bagi-Mu, Tiada ilah kecuali Engkau, Dan kepada-Mu kami kembali."

Pengakuan kita terhadap Allah sebagai tujuan hidup kita adalah suatu yang tidak bisa ditolak lagi. Kita menyadari hal ini karena kita meyakini bahwa kita akan kembali keppada-Nya. Kita semua akan mati dan hanya Allah yang kekal abadi.

Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang itu terbukti bahwa kita terus menerus diingatkan melalui Al-Qur’an dan As-Sunnah mengenai hakikat kehidupan kita di dunia dan di akherat sebagai kabar yang sangat membahhagiakan bagi manusia dan jin. Semua ayat-ayat Al-Qur’an adalah bukti nyata dan bukan hanya dongengan atau bacaan saja, tapi adalah sebagai peringatan bagi yang lalai dan tidur dan kabar gembira bagi yang taat.

Oleh karena itu tidak ada jalan yang lain kecuali kita bertaqwa atas segala ketetapan-Nya dengan penuh tawakal dan kesabaran hati. Rela menerima ketentuan-Nya dan sabar terhadap segala cobaan dan musibah dalam menjalankan perintah-Nya.
Allah berfirman

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta jiwa dan buah-buahan. Dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan: 'Innaa lillahi wa inna ilaihi raajiuun'. Mereka itu yang mendapat keberkatan dan rahmat yang sempurna dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (Al-Baqarah 155-157)

Dan akhirnya kita tidak dapat merealisasikan syiar:
-----------------------------------------------
Allah Tujuan Kita                                       >

-----------------------------------------------
Kecuali kita mampu menjadikan ridho Allah dan rasa takut kepada-Nya selalu tertanam dalam hati kita sebagai tujuan akhir kita dalam segala kondisi,

Firman Allah :

"Mereka bersumpah kepadamu dengan (nama) Allah untuk menyenangkan kamu, padahal Allah dan Rasul-Nya lebih pantas mereka mencari keridhoan-Nya jika mereka orang mukmin” (At-Taubah 62)


Dalam peringatannya kepada kita, Rasulullah SAW bersabda (kurang lebih artinya):

"Barangsiapa rela melihat penguasa berbuat sesuatu yang dimurkai Allah dia telah keluar dari agama Allah (Islam)." (HR. Al-Hakim)

Betapa tepat dan indahnya apa yang dilukiskan seorang penyair tentang cinta kepada Allah dan mengharap keridaan-Nya.

Semoga engkau tetap manis
walaupun hidup ini pahit rasanya
dan semoga engkau tetap rela pasrah
di saat manusia lainnya semua marah

Semoga engkau dan aku tetaplah damai dan ramai
walau aku dengan seluruh alam ini kehancuran
Jika tumbuh darimu cinta sejati
Segalanya jadilah mudah
segala yang di atas tanah, hanyalah tanah jua

2 komentar:

muhammad iqna syarhuddin Rabu, November 03, 2010  

benar sekali, tujuan kita adalah Allah SWT

Nice posting sob !

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © vehement VEHEMENT by Aan Choesni Herlingga 2009

Back to TOP