Apa yang kita alami hari ini adalah efek dari pikiran kita kemarin dan apa yang kita pikirkan hari ini akan menimbulkan efek pada hari esok sedangkan apa yang kita pikirkan saat ini adalah proses untuk mencoba menciptakan kehidupan dimasa yang akan datang

© BY : <-ANCHUZ->

Tujuan Hidup Kita (Bagian 6)

Setiap muslim yang baik tentu menyadari bahwa apabila ia mengikhlaskan amalnya untuk Allah Azza wa Jalla, maka Allah akan mencatat setiap amalnya sebagai kebaikan. Ia menyadari bahwa setiap gerak langkah laku, perkataan, nasehat yang diucapkan, bahkan setiap detik waktu yang dilaluinya, termasuk hal yang mubah hukumnya, akan bernilai ibadah.

Bukankah Rasulullah SAW pun bersabda:

"Senyummu di wajah saudaramu adalah merupakan shodaqah bagimu." (HR. Ibnu Hibban)

"Janganlah kalian menganggap sepele dari kebaikan sedikitpun, walau pun hanya dengan menyapa saudaramu dengan muka manis." (HR. Muslim)

Karenanya, sebagai muslin yang baik kita dituntut untuk selalu takut kepada Allah Azza wa Jalla. Al-Qur'an menggambarkan sifat ikhlas salafus sholeh terdahulu dalam firman Allah:

"Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka. Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya" (Al-Mu'minun 60-61)

Para salafus sholeh senantiasa bersedekah, memberi sesuatu yang dimilikinya, mereka sangat memerlukan apa yang diberikannya itu. Namun di sisi lain, hatinya senantiasa dipenuhi dengan rasa takut tidak diterima sedekahnya oleh Allah. Itulah yang dimaksud dengan ihsan dalam berbuat kebaikan.

Keteladanan para salafus sholeh mengisyaratkan agar sebagai muslim kita hendaknya senantiasa mensucikan jiwa, takut kepada riya', dan mohon kepada Allah agar amal kita diterima.

Untuk itu kita wajib mengikhlaskan setiap amal dan gerakan da'wah kepada Allah. Karena hanya dengan cara demikian itu kita akan mendapatkan pahala dan kebaikan dari Allah Azza wa Jalla. Kita tidak boleh menyombongkan
keberhasilan dalam membina kerena petunjuk yang diperoleh setiap muslim itu semata-mata bersumber dari Allah. Hendaknya kita takut apa yang telah kita kerjakan dengan jerih payah itu akan hilang sia-sia di hari penghisaban.

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © vehement VEHEMENT by Aan Choesni Herlingga 2009

Back to TOP