Apa yang kita alami hari ini adalah efek dari pikiran kita kemarin dan apa yang kita pikirkan hari ini akan menimbulkan efek pada hari esok sedangkan apa yang kita pikirkan saat ini adalah proses untuk mencoba menciptakan kehidupan dimasa yang akan datang

© BY : <-ANCHUZ->

Konsentrasi adalah Sumber Kekuatan



Konsentrasi adalah hal yang terpenting pada setiap individu, terlebih pada pelajar atau mehasiswa. Apabila mereka tidak bisa konsentrasi dengan baik pada materi yang disampaikan oleh guru atau dosen maka bisa dipastikan bahwa siswa atau mahasiswa tersebut secara otomatis akan menjumpai kesulitan dalam memahami matteri ajar.

Setiap melakukan aktivitas tentu saja membutuhkan konsentrasi yang baik. Kemampuan seseorang dalam berkonsentrasi itu akan mempengaruhi kecepatan dalam menagkap suatu masalah yang dihadapi.

Kadang-kadang kita bertanya kepada diri sendiri. “Mengapa aku sulit berkonsentrasi?”. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan kita sulit berkonsentrasi.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TIDAK KONSENTRASI
1. Faktor internal, yaitu faktor-faktor yang timbul dari diri sendiri
• Belum memiliki tujuan yang jelas dalam belajar
• Kekurangan minat terhadap pelajaran yang dipelajari
• Urusan-urusan kecil atau fikiran-fikiran yang melintas dalam otak sehingga sering memecah perhatian yang sedang dipusatkan
• Gangguan kesehatan atau keletihan

2. Faktor eksternal, faktor-faktor dari luar
• Gangguan dari lingkungan seperti bunyi-bunyian yang terlalu keras, udara yang sangat panas atau pengap, meja atau kursi yang tidak enak dipakai
• Teman yang mengajak bermain atau mengobrol

Yang terpenting
Pertama : Kekosongan emosi
Jika seseorang dengan sesuatu yang dilakukan maka akan memunculkan kemauan yang keras. Hal ini disebabkan kemauan membuat hidup seseorang menjadi dinamis.

Kedua : gangguan keseimbangan emosional, stress, depresi dapat merusak konsentrasi.
Gangguan mental muncul karena pola hidup yang tidak sehat. Misalnya seseorang yang terlalu sering berfikir atau bersikap negative maka akan semakin rentan terhadap berbagai gangguan mental.

Ketiga : Memanagemen pikiran.
Seseorang membutuhkan managemen untuk mendukung kemauannya dalam berkonsentrasi sehingga seseorang bisa mengetahui apa yang dikerjakan oleh pikirannya. Jika seseorang tidak mempu memanage pikirannya maka konsentrasi akan rusak. Hal ini disebabkan karena yang bersangkutan tidak menyadari dengan cepat apa yang sedang dikerjakan oleh pikirannya.

Bisakan konsentrasi itu dibangun? Mungkin konsentrasi itu dapat dibangun karena konsentrasi itu adalah pemusatan pikiran terhadap suatu hal. Dibawah ini ada beberapa tips yang bisa membangkitkan konsentrasi.

1. Tentukan target anda.
JIka anda sudah menentukan target anda pasti tujuan anda sudah jelas dan anda akan memerintahkan pikiran anda untuk berkonsentrasi. Dengan begitu hidup kita menjadi dinamis dan terhindar dari kekosongan emosi.
2. Wujudkan target yang telah anda tentukan.
Mewujudkan target pastinya bukan hal yang mudah karena ada hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Oleh karena itu kita membutuhkan seseorang untuk dapat memotivasi kita untuk mendukung target tersebut. Dibahasan yang lalu kita sudah tau ADA DIMANA SIH MOTIVASI ITU? Silahkan membaca apabila belum mengerti.
3. Berkomunikasilah dengan diri sendiri.
Berikanlah kesempatan pada diri sendiri untuk berkomunikasi pada diri sendiri (introspeksi diri). Agar tercipta keseimbangan dalam diri kita.
4. Ciptakan suasana untuk dapat lebih mudah mengingat.
Carilah sesuatu yang membuat anda bersemangat dan ciptakan sesuatu yang mudah diingat. Misalnya dengan cara membaca buku yang dapat mendukung percapainya target anda.

Dan baca juga dibawah ini!

BEBERAPA CARA DAN PETUNJUK UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KONSENTRASI
1. Memulai dengan membaca basmalah dan do'a sebelum belajar. Mengakhiri dengan dengan membaca hamdalah.
2. Mengingat sejenak beberapa hal berikut ini :
• Belajar itu ibadah.
• Orang yang berilmu itu ditinggikan derajatnya oleh Allah (QS 58 : 11).
• Seorang muslim diharapkan memberikan manfaat bagi orang banyak dengan ilmunya.
3. Kekurangan minat terhadap pelajaran yang dipelajari.
4. Bersikap positif dengan menyukai semua mata pelajaran. Ini dapat dicapai dengan mencari informasi yang lengkap tentang hal-hal yang bernilai dan mempesonakan
dari suatu pelajaran dengan menanyakan langsung kepada pengajar mata pelajaran tersebut.
5. Meja belajar hendaknya bersih dari segala benda yang tidak bersangkut paut dengan mata pelajaran yang sedang dipelajari.
6. Keluarkan isi pikiran. Ambil selembar kertas dan secepat mungkin tulis masalah atau urusan yang muncul di pikiran. Tulis semua, tidak peduli apakah itu persoalan
penting atau remeh. Tulis terus sampai tidak ada lagi yang dapat ditulis. Jika hal tersebut sudah sikerjakan, mundurlah selangkah, lihatlah daftar yang ada dan tetapkan
kapan hal-hal tersebut akan diselesaikan.
7. Tetapkan target belajar yang wajar. Misalnya bertekad untuk dapat menyelesaikan sekian halaman dalam waktu tertentu atau tidak akan meninggalkan meja belajar
sebelum menyelesaikan dan memahami bab tertentu. Tekad ini akan memaksa agar fikiran selalu tertuju pada bahan pelajaran yang sedang ditelaah.
8. Berikan jeda dalam mempelajari suatu pelajaran yang memakan waktu cukup lama. Gunakan waktu jeda untuk bersantai yang sehat, lakukan gerakan-gerakan senam
ringan yang dapat mengendurkan otot. Atau jalan-jalan sejenak di kebun/halaman.
9. Pelihara kesehatan.
10. Pilih waktu yang tepat dimana otak dapat bekerja secara optimal. Misalnya pagi hari setelah shalat subuh, malam hari setelah shalat Isya atau setelah shalat tahajjud.



0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © vehement VEHEMENT by Aan Choesni Herlingga 2009

Back to TOP